Posisi
Home > Berita > Sosialisasi RPJMD Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021

Sosialisasi RPJMD Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021

Blitar – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021 telah ditetapkan  pada 16 Agustus 2016. Pembahasan RPJMD sampai akhirnya disetujui melalui proses panjang dan kerja keras. Sudah sepatutnya, RPJMD ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan  pembangunan lima tahun kedepan untuk mewujudkkan visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar, “Menuju Kabupsten Blitar Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing.” Ini juga mengingat, Tahun 2016 merupakan tahun yang cukup menantang bagi daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan. Pasalnya, ada beberapa peraturan dari pemerintah pusat yang terbit ditengah-tengah penyusunan dokumen sehingga harus melakukan penyesuaian terhadap dokumen yang sedang disusun. Diantaranya terbitnya PP Nomor  18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang diundangkan pada  19 Juni 2016. Hal ini berimplikasi pada beberapa dokumen perencanaan seperti RKPD 2017, KUA dan PPAS 2017. Penyesuaian tidak terlalu berat karena dalam penyusunan RPJMD sudah memperhatikan UU Nomor 23 Tahun 2014. Demikian sambutan Bupati Blitar, H.Rijanto pada pembukaan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang RPJMD periode 2016-2021 Kabupaten Blitar di Hotel Gita Puri, Rabu, 28 September 2016.

Bupati Blitar juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memahami ruh dari RPJMD, sehingga bisa bersama-sama mewujudkan cita-cita Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Drs. Palal Ali Santoso, MM sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, tujuan dari RPJMD 2016-2021 antara lain meningkatkan derajat ekonomi masyarakat, menciptakan suasana kehidupan yang aman dan kondusif, mewujudkan SDM yang berdaya saing, mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel, mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) dan memperhatikan daya dukung lingkungan serta meningkatkan kemandirian desa. Untuk agenda prioritas Bupati/Wakil Bupati Tahun 2016-2021 diantaranya penataan perkotaan kanigoro, penyediaan air minum, pengembnagan pariwisata dan desa wisata, pengembangan dan pengelolaan produk pertanian, peningkatan daya saing serta pengembnagan kawasan perdesaan. Sekretaris Daerah juga menegaskan, masyarakat dapat melaporkan program yang dianggap tidak sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan.

Ditempat yang sama Nita Yiswa, ST, M.Si, tenaga ahli Kebijakan Publik dari Dirjen Bina Bangda Kemendagri menyampaikan bahwa nilai startegis dari RPJMD  yakni sebagai instrumen mengukur tingkat pencapaian kinerja kepala daerah dan kepala SKPD selama 5 tahun, instrumen mengendalikan bagi satuan pengawas internal dan Bappeda, sebagai pedoman penyusunan rencana kerja tahunan (RKPD), juga sebagai pedoman penilaian keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat PP Nomor 6 Tahun 2008 tentang pedoman evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Eko Susanto, ST, M.Si, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Blitar dalam laporannya menegaskan, RPJMD 2016-2021 ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tepat waktu pada tanggal 16 Agustus 2016 sebagai sebuah prestasi. Karena beberapa daerah lain di Jawa Timur yang melakukan Pilkada Serentak  pada 9 Desember 2015 lalu masih belum menetapkan RPJMD. Untuk itu sudah menjadi tugas bersama untuk mengawal  pelaksanaan RPJMD sebagai dokumen Perencanaan Startegis daerah dan acuan bagi SKPD untuk menyusun dokumen Renstra SKPD. Langkah utama dalam mengawal RPJMD diantaranya dengan mengikuti kegiatan sosialisasi kali ini. Kegiatan yang berlangsung 28-29 September 2016 diikuti oleh seluruh Kepala SKPD, Camat, Kades/Lurah se-Kabupaten Blitar.

Pembukaan sosialisasi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Blitar, Marhaenis dan anggota Forpimda Blitar. (Humas)

PL
Top